Budaya orang Indonesia kali ya yang dikit-dikit kepo ama urusan hidup orang lain. Indonesians are super friendly said the non-Indonesian. Iya, karena di Barat sana boro-boro nanyain anak udah berapa ketika papasan ama orang lain, nanyain kabar juga jarang.
Gue gatau apakah gue yang terlalu sensitif sama hal ini atau memang pada dasarnya budaya yang satu ini emang rada sedikit annoying akhir-akhir ini, BASA-BASI or Smal Talk, you named it. I think I am the worst Indonesian ever because I suck at it. Gue rasa banyak waktu yang bisa gue simpan dan berdayakan untuk hal lain selain basa-basi. Tidak jarang pula basa-basi ini mengikutsertakan pertanyaan-pertanyaan yang seharusnya tidaklah patut dipertanyakan karena you are just stating the obvious for God's sake!
Di sini gue mencoba untuk merangkum beberapa pertanyaan yang sudah membudaya ditanyakan dan paling banyak ditanyakan oleh kerabat terdekat kita ketika ada hajatan keluarga:
1. Pacarnya mana? (Where's your girlfriend/boyfriend?)
When you are already past your teen age, people will start questioning you when you come alone at family reunion. I mean, yaiyalah ya dateng sendiri ke reunian keluarga. Pacar itu belum jadi bagian dari keluarga makanya kita males bawa-bawa pacar ke acara keluarga. Oh nope, that's not the main reason. The reason is because if we bring someone into that event and your relationship is not working then they will ask you the more annoying question: Lho udah ga sama yang kemaren lagi? Kenapa putus? Apalagi kalo elo orangnya baperan, beuh.
2. Kapan Wisuda? Kok lama amat sih? (When will you graduate? Why are you taking so long?)
Pertanyaan ini sering banget gue dapet dan kalian tau bagian paling ngeselinnya? MEREKA NANYANYA WAKTU GUE MASIH TAUN 3 KULIAH. Kesel ga sih lu? Gue gatau itu mereka beneran peduli apa cuma kepo doang. Gue rasa sih cuma kepo, karena kalau memang peduli mereka seharusnya tau gue baru taun tiga kuliah.
There was one time when people ask me this question and it slightly hurts me a lot. Sewaktu itu gue ditanya oleh salah seorang Mama-nya temen gue. She was asked me: Kok belom wisuda sih Jeng? Si A yang kuliah kedokteran aja udah selesai, si B yang kuliah teknik juga. Right, True. Temen gue yang sewaktu itu kuliah kedokteran emang suskes menyelesaikan studinya dalam 3,5 tahun ya karena emang kedokteran masa studinya sebelum jadi sarjana 7 semester. Gue inget waktu itu gue pengen banget ngejelasin ke mereka bahwasanya mata kuliah gue itu full ampe semester 8 dan emang udah kodratnya kalo di jurusan gue masa studinya lebih dari 4 tahun dan mustahil untuk wisuda dalam 7 semester. Tapi gue urungkan niat gue, karena ya buat apa. Capek buang-buang waktu dan tenaga. Toh mereka juga gabakal ngerti ini.
Ga ada satu orangpun yang ga pengen wisuda cepet. Ga ada satu mahasiswapun yang ingin menempuh studi lebih lama dari seharusnya. Kita sebagai seorang mahasiswa yang juga seorang anak pasti mikirin orang tua yang terbebani oleh biaya kuliah pus nyinyiran orang tua tentang mengapa anak mereka kuliahnya belom keluar. and yes people, we are dying to graduate. Tapi namanya juga jalan hidup, masing-masing orang punya kendala masing-masing dalam masa studinya dan kita sebagai mahasiswa juga males ngumbar ke orang-orang.
Pernah ga sih ada yang sadar bahwasanya mahasiswa tingkat akhir yang lagi skripsian itu tingkat stress-nya mengerikan. Melenceng dikit banyak yang bisa bunuh diri kali ya. Dan dengan dicecar pertanyaan seperti ini, it doesn't help us at all. Yang ada kita makin stress dan pendek umur.
3. Kapan dapet kerja? Kok lama banget nganggurnya? (When will you get a job? You've been jobless for too long.)
Dang it, people! Dikata nyari kerja gampang apa yaa. Empet sih gue kalo udah ditanyain yang kayak-kayak gini. Even if I was just being a jobless for 3 months now, tapi tetep aja banyak yang rese nanyain seolah-olah gue udah nganggur bertahun-tahun. Kalo udah gini sih gue memilih untuk melontarkan senyum paling palsu kemudian berlalu.
4. The never ending questions of: Kapan nikah? Kapan punya anak? Kapan nambah anak? Kapan meninggal? (When will you get married? When will you have a child? When do you guys have more? When will you die?)
I think it doesn't need any explanation ya. Pastinya nanti gue akan berada di tahap ini and only God knows how will I react.
Pada intinya pertanyaan basa-basi di atas secara umum udah menyebalkan. Lebih menyebalkannya lagi mereka bertanya seolah-olah mereka memang peduli padahal emang cuma kepo dan pengen tau urusan orang aja.
Pada intinya sih gue jauh lebih menyukai budaya "Mind your own bussiness" meskipun itu menjadikan gue agak sedikit kebarat-baratan, but yeah that's a better way of living.
Sebenernya masih banyak lagi sih pertanyaan yang lebih baik tidak usah ditanyakan. tapi gue sudah terlalu malas untuk nulisin di sini. Hahaha
So I guess until the next post!
Cheers xx
Dang it, people! Dikata nyari kerja gampang apa yaa. Empet sih gue kalo udah ditanyain yang kayak-kayak gini. Even if I was just being a jobless for 3 months now, tapi tetep aja banyak yang rese nanyain seolah-olah gue udah nganggur bertahun-tahun. Kalo udah gini sih gue memilih untuk melontarkan senyum paling palsu kemudian berlalu.
4. The never ending questions of: Kapan nikah? Kapan punya anak? Kapan nambah anak? Kapan meninggal? (When will you get married? When will you have a child? When do you guys have more? When will you die?)
I think it doesn't need any explanation ya. Pastinya nanti gue akan berada di tahap ini and only God knows how will I react.
Pada intinya pertanyaan basa-basi di atas secara umum udah menyebalkan. Lebih menyebalkannya lagi mereka bertanya seolah-olah mereka memang peduli padahal emang cuma kepo dan pengen tau urusan orang aja.
Several things are better to be left unspoken.Harusnya kita belajar lebih banyak untuk menahan diri menanyakan pertanyaan yang mempertanyakan. Kita terkadang tidak pernah menyadari bahwa sesungguhnya kita telah melukai ego orang lain meskipun kita tidak pernah bermaksud untuk melakukan hal tersebut.
Pada intinya sih gue jauh lebih menyukai budaya "Mind your own bussiness" meskipun itu menjadikan gue agak sedikit kebarat-baratan, but yeah that's a better way of living.
Sebenernya masih banyak lagi sih pertanyaan yang lebih baik tidak usah ditanyakan. tapi gue sudah terlalu malas untuk nulisin di sini. Hahaha
So I guess until the next post!
Cheers xx

0 Comment:
Post a Comment