9/19/12

last post about you?

Ajeng Novia Anggraini

Udah berapa tetes air mata karena dia yang akhirnya aku usap buat kamu?
Udah berapa senyum yang hilang yang akhirnya, aku usahakan untuk muncul lagi?
Kamu mungkin ga pernah sadar apa yang aku lakuin ini selalu saja tentang kamu.
Semoga kamu bukan ga mau tau.
Aku ga terlalu ngerti apa yang sebenernya aku lakuin, aku selalu resah ngelakuin hal untuk kamu.
Bukan soal untuk balasannya, tapi aku gelisah karena ngelakuin ini semua karena cinta atau terpaksa.
Kemudian aku bercermin, mataku ga nunjukin sedikitpun keterpaksaan.
Aku bertahan untuk kamu
Ntah ini tulus…. Atau bodoh?



Aku gatau benar tentang cinta, tapi yang aku tau cinta memang berkorban sampai segininya.
Pengorbanannya tak pernah berbatas.
Sayangnya….
Beberapa cinta berakhir tak berbalas.
Tapi, apa cinta yang hebat harus bertahan sampai sekarat?
Kamu selalu senyum ke aku, tapi bukan tersenyum bersamaku, apalagi karena aku.
Ketika kamu bahagia, yang ada Cuma dia.
Jangan salhin aku kalo aku doain kamu sedih terus, karna ketika kamu sedih,
Aku kamu anggap ada!

Ps: thankyou for Dara Prayoga untuk pencerahannya :))

9/12/12

when I decide to leave!

Ajeng Novia Anggraini

#nowplaying: Agnes Monica-Rapuh

Hah!
Lagunya nusuk banget ya masbroh, asli gue udah lama ga nulis disini. Terakhir itu nulis something like puisi sajak or whatever deh.

Well, ngapain lagi gue sekarang kalo bukan galau. Yayaya, galau yang sama karan orang yang sama. Kadang gue ngerasa capek sendiri kayak gini, kadang gue ngerasa nyia nyiain hidup gue banget buat orang yang bahkan gue gatau apa dia pernah sekali aja mikirin gue. Sakit? Ini jauh lebuh dari sekedar sakit ataupun nyesek.

Pada awalnya gue berpikir kalo gue sabar pasti gue bisa bareng dia. Gue udah nunggu sampe dia jadi single dulu, gue sabar, dan gue gapernah recokin hubungan dia sama (mantan) pacarnya, sampe finally mereka putus juga. Gue seneng pada awalnya karna gue pikir penantian gue mendapatkan titik sekarang, tapi kembali kesabaran gue diuji. Kita dipisahkan oleh jarak yang gabisa dibilang deket juga. Itu yang bikin semuanya semakin sakit buat gue. Jarak! Jarak itu bisa diibaratkan sebagai kaca pembesar dalam sebuah hubungan. Rasa kangen yang kecil bisa jadi gede banget kalo ada jarak. Bahkan rasa sakitpun juga gitu.

Awalnya gue pikir gue masih bisa sabar lagi, tapi ntah kenapa makin kesini gue makin seperti gapunya harapan lagi. Jarak membuat komunikasi jadi terhadang, lost contact! The most disaster ever! Mungkin baiknya gue punya hubungan ama anak Komunikasi aja kali yaa biar ga terhambat ama masalah yang beginian. Communication is the most important thing in a relationship. Sekarang untuk sekedar ngobrol aja kita udah jarang banget. So, adakah harapan?

Saat ini gue coba merenungi apa yang sebenarnya gue lakukan. Gue menjadi seseorang yang jatuh cinta diam-diam dan menunggu orang yang sangat tidak peka untuk membalas atau sekedar tahu tentang apa yang gue rasain ini. Dan setelah gue pikir-pikir lagi, gaada gunanya lagi gue nunggu. Toh kalopun dia tau dia juga gabakal bales kan? So simple!

Mungkin ini akhir dari segala penantian gue, gue memutuskan untuk menyerah. Sekarang gue udah jauh dari dia, jadi gabakal sulit buat gue ngelupain dia (I hope so). Haaaaaaah, sumpah ini udah depresi banget gatau mesti ngapain. Gue udah kayak orang gila akhir-akhir ini, pelototin RU berharap dia update something, pelototin timeline berharap dia ada di sana, pelototin handphone berharap ada nama dia di sana. But I just got nothing :’)

Selama pengorbanan gue, penantian gue, gaada yang membuahkan hasil, gaada yang appreciate. Its like I do something meanless. Ga berguna! Bahkan ga dihargai sama sekali.  Mungkin ini udah saat nya gue move on. Udah saatnya menghadapi realitanya, dia emang bukan buat gue. Pasti bakalan sakit, pasti! Tapi lebih baik gitu bukan, sakit yang luar biasa tapi abis itu lega, ketimbang disakitin perlahan-lahan kemudian di matikan perasaannya.

So this is the end of our lovestory dear, hope you’ll find your best. Maybe she is not ne, but never mind, I’m okay. Or…. I try to be OK.

Makasih buat semua rasa ini, makasih udah sempat jadi moodbooster, makasih udah pernah bikin gue bener-bener seneng Cuma dengan ngeliat nama lo ada di inbox gue. Makasih lo selalu bikin gue ngerasa nyaman sama kehadiran lo meskipun Cuma buat ngeledekin gue. Makasih udah sempet jagain gue, anterin gue pulang, dan kasih perhatian simpel (yang mungkin lo ga inget) tapi punya makna dalem buat gue. Makasih juga udah mengabaikan gue, gue tau itu bukan salah lo kok, guenya aja yang terlalu memaksakan diri.

Gue gapernah menyesal peranh sayang sama lo, gue ga pernah nyesel dibikin galau sama lo, kita ambil positifnya aja, gue jadi bisa ngisi blog ini dengan  kegalauan gue. Gue bener-bener seneng pernah ketemu lo di masa-masa terindah hidup gue. Meskipun akhirnya harus begini, tapi gapapa this is the best love story I ever had meskipun lo mungkin ga pernah tau langsung dari gue atau malah gatau sama sekali. Well, goodbye yaa little boy, rajin rajin kuliahnya disana, jaga diri baik baik yaa, eat your food regularly. Mungkin nanti kalo lo balik gue bakalan kasih tau semuanya ke lo. Tapi yaaa sudahlah ya semuanya sudah habis.

Thankyou yaa, setidaknya semuanya terjadi karna gue yang memutuskan, gue yang memutuskan mencintai, gue pula yang memutuskan untuk melupakan. That’s all about choice!

For my dearest <3 R

9/9/12

Teentang, Aku, Dia, Kamu, dan Cinta

Ajeng Novia Anggraini

Entah sampai penantian ini akan terus berlangsung
Entah sampai kapam rasa yang selalu ingin meloncat keluar ini akan teredam
 Dan sampai kapan pula kamu akan tetap berdiri disitu sendiri?

Aku lelah, lahir batin, jiwa raga
 aku letih bergumul dengan ego ini
dan aku letih menunggumu bertanya padaku
mungkin segalanya akan lebih baik bila kamu bertanya terlebih dahulu
ketimbang aku yang terlebih dahulu bicara
mungkinkah akan lebih baik bila kau kembali ada di sampingku?
Menjadi seseorang yang begitu hebat di mataku

Mungkin kamu baru saja terluka karna dia
Ya, dia yang aku benvi karna telah merebut hatimu dariku
Dia yang kau pilih untuk menitipkan hatimu bersamanya

Tapi dia juga yang mencampakkanmu dan membiarkanmu bersedih
Setiap hari saat kau bersamanya
Tapi lihat! Disini selalu ada aku!
Aku yang selalu siap mendengar segala keluhanmu tentangnya
Disini selalu ada aku yang dengan bodoh selalu membelanya
Dan mengatakan kamulah yang tidak perhatian kepadanya

Dan sekarang aku senang kau sadar dia bukan yang terbaik untukmu
Dan aku senang kau sudah tidak bersamanya lagi
Tapi tak pernah  kah kau sadar bahwa disini aku berdiri sendirian
Menunggu kepingan hati yang takkan pernah kau titipkan padaku
Dengan segenggam kepercayaan dan ketulusan cinta yang akan kuberikan padamu
Tapi mengapa?
Mengapa kau tak pernah lihat aku?

Mungkinkah kau tidak menyadarinya?
Ataukah aku yang terlalu dalam mencintaimu?
Aku hanya gadis biasa
Aku tak terniasa untuk mengungkapkan cinta
Aku hanya terbiasa menunggu kehadiranmu dan mengagumimu
Aku hanya bisa jatuh cinta diam-diam

Mungkin aku tak lebih cantik darinya
Mungkin aku tak lebih baik darinya
Iya, aku sadari semua itu
Aku bukanlah apa-apa bila dibandingkan dengannya
Dan aku pun tau dia segalanya bagimu
Tapi tidakkah kau melihat ketulusanku
Aku mencintaimu lebih baik dari yang dia lakukan padamu

Jujur, aku letih, aku bosan, aku sakit
Aku letih membuatmu melihatku
Aku bosan menunggumu menyambutku
Dan aku sakit membiarkanmu begitu
Apakah ini jawaban atas segala kesungguhanku?
Apakah ini artinya aku memang tidak ditakdirkan denganmu?

Sebait doa ku panjatkan kepada Tuhan disetiap hariku
Jagalah dia, lindungilah dia, dan berikan yang terbaik untuknya
Semoga memang ini jalan kami berdua
Dua insan yang tak mungkin dipersatukan dalam satu cinta :”)


The last note for my gmbl, this the end of our story :) ILYSM

Coprights @ 2016, Blogger Template Designed By Templateism

Distributed By Gooyaabi Templates