10/31/15

Welcoming My November with Some Theories

Ajeng Novia Anggraini
Whoa it's November already!
Kok rasanya waktu cepet banget berlalu-nya. Rasanya baru tahun kemaren gue ngerayain umur 20 dan jadi sedih karena sudah bukan jadi remaja belia usia belasa, eh tahun ini November makin bikin sedih dengan pergantian angka di umur gue :(

But well, tua itu pasti tapi dewasa adalah pilihan. Sudah dewasakah gue di umur gue segini? Jawabannya relatif. Karena di satu waktu gue merasa sudah terlalu dewasa untuk mereka yang seusia gue (I mean waaaaaaayy older like 28 or something? gee). Tapi di waktu yang lain gue masih merasa bahwa gue tidak lebih dari bocah 15 tahun yang masih kekanakan dan dungu (ya anak 15 tahun ga semuanya gitu kok. No offense). But yea the reality is I'm just (couple days before) 21.

Banyak hal yang terjadi di usia 20 gue, banyak hal yang bisa dipelajari sebagai anak 20 tahun. It feels like an open whole new world for me. I started to see things in a different point of view. I started to become less drama. I started not think too much about people judgements'. It feels like, it'll just me for dealing with my own life. Jadi ya ngapain sih buang-buang waktu mikirin omongan orang yang bahkan ga menyumbang satu sen-pun di kehidupan gue.

Di usia 20 juga gue baru menyadari ternyata omelan Nyokap banyak manfaatnya. Like, damn it Mom you are so freaking true until I thought that was creepy. Banyak hal yang membuat gue sadar akan segala hidden things behind mother's nag. Hahaha. I used to complain so much because Mom always said "No!" and "Don't!" but now I think I know why.

Sebagai contoh:


1. Kalo ngambil baju di lemari jangan langsung ditarik, ambilnya pelan-pelan. Mama capek nyetrika.


Reality: Iya. Nyetrika adalah kegiatan maha membosankan. Nyetrika baju gue sendiri aja udah ngabisin waktu berjam-jam dan bosannya luar biasa. Apa kabar Mama kita yang nyetrika baju untuk semua anggota keluarga? Respect you, Mom!

2. Kalo bajunya baru dipake sebentar jangan langsung ditarok di kain kotor, gantung dulu besok pake lagi.

Reality: Nyuci juga pegel coy. Itu baru nyuci baju lo sendiri. Apa kabar ntar nyuciin baju suami ama anak-anak? Respect you, Mom!

3. Dan banyak yang lain, gue pegel nulisnya. But yea Mom, you are absolutely right even I always be annoyed by your nag.

Banyak juga hal tentang pertemanan yang gue temui di umur 20. Pertemanan di masa sekolah sama pertemanan di dunia kampus itu 180 derajat berbeda apalagi kalo kamu anak rantauan. Dulu di jaman sekolah paling banyak kamu bareng temen-temenmu cuma 8 sampai jam 10 sehari, selebihnya ya paling kamu komunikasi ama mereka via telepon atau social media. Di kuliahan kamu bisa ketemu ama temenmu 24/7 alias 24 jam sehari selama 1 minggu. kenapa? Ya gaada orang tua yang bakal nyuruh pulang jadi ya bebas mau nongkrong ampe jam berapa aja.

Hal di atas bikin pertemanan di jaman kuliah terasa lebih solid karena waktu yang dihabiskan jauh lebih banyak ketimbang jaman sekolah dulu. Dan menurut salah seorang dosen Linguistik gue, Mr. Rusdi Noer Rossa (Halo Pak Ocha, kenapa nilai Intro to Linguistic saya cuma B ya? huhu), teman itu ada 2 jenis berdasarkan penempatannya saat berkunjung ke rumah:

1. Teman yang sampai ruang tamu
Jenis teman ini biasanya tidak begitu dekat dengan kita. Biasanya teman yang hanya sekedar kita kenal di kampus atau cuma teman kelompok belajar aja. Dan bisa juga cuma teman yang punya hobi yang sama kayak kita (misalnya hobi gosipin orang yang sama, atau hobi membenci orang yang sama. Pretty much like that. Girl, you get it?). 

2. Teman yang sampai kamar tidur
Teman yang kita bicarakan di sini tentulah dengan gender yang sama dengan kita dan kondisinya adalah kita memiliki orientasi seksual yang normal (I didn't say that LGBT is not normal or normal, but yea you must get it. That's not the main topic). Teman yang sudah masuk ke kamar tidur kita tentunya adalah orang yang dekat dengan kita di mana kita bisa leluasa untuk membagi privasi kita ke mereka. You can call them best friend.

Tapi, teori di atas tidak berlaku untuk anak kos. Kenapa? Biasanya anak kos hanya menyewa sebuah kamar saja dan tidak ada ruang tamunya. Kalau pun ada juga ruang tamunya memiliki fungsi berbeda yaitu untuk tempat menerima pacar (di postingan selanjutnya haruskah kita membahas jenis pacar berdasarkan penempatannya di rumah? LOL). Jadi biasanya ya kita nerima tamu langsung di dalem kamar, ga peduli dekat atau tidaknya kita ama mereka. So yea, I'm sorry Mr. Rusdi because your argument is invalid.

Karena teori di atas tidak berlaku, maka marilah kita membuat teori baru dengan membedakan jenis teman ini berdasarkan frekuensi menginapnya:

1. Teman yang tidak pernah menginap
yaudah berarti temennya ga deket-deket amat. apalagi yang ga pernah dateng ke rumah (ya menurut ngana?)

2. Teman yang pernah sekali/dua kali menginap
Biasanya ga deket-deket amat sih. Paling nginep kalo lagi ada tugas kelompok doang. Berarti ga terlalu deket juga.

3. Teman yang nginap sekali-sekali tapi sering
You can consider them as best friend. Karena kalo ga deket ngapain sering-sering nginep kan? Kenapa bisa best friend? Pillow talk sama Midnight talk biasanya pembicaraan paling jujur. It means that you shared your private time and also privacy with them.

4. Teman yang sering nginep dan sampai berminggu-minggu
Guys, kalo ini sih bukan temen namanya. Lebih cenderung parasit :( Dan kalo menurut gue itu menganggu. Karena sedekat apapun kita tapi kalo udah numpang di tempat mereka selama berminggu-minggu namanya ya ngerepotin dan nyusahin. Meskipun temenmu ga complain tapi ya gitu. Makanya kalo gue ke luar kota untuk jangka waktu yang agak lama gue biasanya pindah dari satu temen ke temen lain supaya ga mengganggu kenyamanan mereka. Thats why you need a lot of friends!

Udah ah segitu dulu nulisnya buat postingan hari ini.

Kok jadi tiba-tiba rajin nulis, Jeng?
Gatau ya, mungkin karena kemaren gue baru ganti Header, background dll jadinya lebih semangat buat nulis lagi. dan lagi background yang kemaren kok kayaknya childish banget gitu. Jadi ya gue ganti ama yang sekarang meskipun gue gatau ini udah cukup dewasa atau justru malah sama aja :)))

Did I ever say this here? Nulis itu paling enak ketika perasaan lagi bergejolak. Ntah itu karena patah hati atau jatuh hati. Jadi ya, gitu. Ehehehe

So, doakan masih tetap bisa menulis ya untuk berikut-berikutnya.
Ciao!

Kepada Kamu, Masa Depanku

Ajeng Novia Anggraini
Halo anakku, ini aku Ibumu.
Hari ini 1 bulan menuju umur Ibu yang ke 21. Ntah mengapa Ibu ingin sekali menulis untukmu. Meski semua orang tau masih banyak waktu nantinya sampai akhirnya kamu membaca tulisan Ibu.

Ketahuilah nak, saat ini ketika orang lain membaca tulisan Ibu, mereka akan berpikir Ibumu ini sudah kehilangan akal sehatnya karena menulis ini untukmu. Tapi mereka tidak salah, Nak. Hanya saja mereka heran mengapa Ibu menulis surat ini untukmu, buah hatiku kelak, padahal Ibu belum pernah bertemu dengan (orang yang nantinya akan menjadi) Ayahmu. Namun ketahuilah nak, bahwasanya meskipun Ibu belum bertemu dengannya, Ibu sudah terlebih dahulu mencintaimu. Bahkan sebelum Ibu mengetahui rupamu, Ibu sudah menyayangimu.

Anakku, mungkin saat ini Ibu belum mengetahui rupamu, perilakumu, bahkan Ibu masih belum tahu apakah nantinya kamu akan berubah menjadi kalian. Tapi seperti apapun nantinya rupamu, seperti apapun perilakumu, dan akan berapa orang yang akan nantinya kupanggil anakku, Ibu akan selalu sayang kamu. Sebagaimana Nenek menyayangi Ibu dengan semua kelebihan dan kekurangan yang Ibu punya.

Anakku, maafkan Ibu jikalau nantinya Ibu menjadi wanita yang cerewet dan selalu mengomelimu. Ketahuilah bahwa Ibu hanya ingin kamu mendengarkanku dan akan mengingat semua perkataanku meski nantinya tiba masaku untuk tidak lagi dapat berbicara padamu.

Maafkan Ibu bila nantinya ketika kamu mulai memasuki usia pubermu, Ibu akan menjadi sangat selektif dan memantau siapa saja orang yang ada di pergaulanmu. Ibu hanya tidak ingin nantinya kamu tersakiti oleh orang yang lebih kamu percayai untuk bercerita mengenai gelora masa mudamu ketimbang Ibu.

Maafkan Ibu nantinya bila menjadi orang tua yang kolot dan tidak fleksibel mengenai jam malammu. Ibu hanya ingin memastikan buah hatiku memiliki waktu yang cukup untuk tertidur lelap di kamarnya yang nyaman di malam hari. Mungkin Ibu akan mengizinkanmu untuk keluar malam dengan aturan dan perjanjian yang nantinya sudah Ayah dan Ibu sepakati denganmu.

Maafkan Ibu nantinya bila Ibu menjadi kritis terhadap pengeluaranmu karena Ibu hanya ingin mengajarkanmu bagaimana cara menghargai uang dan mengajarkan kembali padamu apa yang telah Kakek ajarkan kepada Ibu. Hidup menjadi orang miskin itu jauh lebih sulit nak, dibandingkan hidup menjadi orang kaya. Ibu tidak perlu mengajarkanmu tentang bagaimana hidup menjadi orang kaya karena nantinya kamu bisa mempelajarinya sendiri setelah mengalaminya. Tapi hidup di tengah segala kekurangan tidak akan semudah itu untuk dipelajari, semuanya harus dibiasakan. Kita tidak pernah tahu rencana Tuhan untuk masa depanmu, nak. Mohonlah bersabar selagi Ibu membuatmu terbiasa dengan hidup yang cukup meskipun Ibu berjanji akan berusaha keras agar kelak nantinya kita bisa hidup lebih dari cukup.

Tapi tenanglah nak, Ibu tidak akan menjadi pelit ketika itu menyangkut tentang Kesehatan dan Pendidikanmu. Ibu dan Ayah akan berusaha sekeras mungkin untuk memberikanmu yang terbaik, karena uang tiada artinya ketimbang senyum bahagia di wajah anakku yang sehat dan cerdas.

Nak, mungkin saat ini Ibu masih belum bisa untuk menyajikan sesuatu yang rasanya akan selalu membuatmu mengingat Ibu. Sesuatu yang nantinya menjadi alasanmu untuk pulang ke rumah demi masakan Ibu. Tapi Ibu berjanji padamu, Ibu akan selalu belajar untukmu. Ibu akan berusaha sepenuh hati Ibu agar nantinya apa yang kamu makan menjadi berkah bagi dirimu dan kesehatanmu. Doakan Ibu ya, nak.

Nak, mungkin nanti akan tiba masanya kamu membenci semua laranganku, membantah semua ucapanku, dan merasa tersakiti karena perkataanku ketika memarahimu, tapi janganlah berhenti mendengarkanku ataupun membenciku. Cukup dengarkan saja, karena Ibu hanya ingin didengar. Jangan bantah Ibu, karena Ibu tidak suka dibantah. Hanya saja tolong pastikan nantinya di usiamu yang memasuki 20 tahun, beritahu Ibu bahwasanya apa yang Ibu katakan telah menyelamatkan masa depanmu, seperti yang Ibu lakukan pada Nenekmu.

Saat ini, di umur Ibu yang menuju 21 Ibu masih menunggu akan kedatangan Ayahmu yang Ibu sendiri belum punya gambaran akan dirinya. Doakan Ayahmu ya Nak, agar segera menemukan jalannya kembali ke rumah. Kepadaku. Ibumu.

Ibu harap bisa segera bisa bertemu dengannya, karena ketika Ibu bertemu dengannya, Ayah dan Ibu akan segera bertemu denganmu.

Bantulah kami berdua melalui doamu, agar kelak Ayah dan Ibu bisa menjadi orang tua yang layak dan berkompeten dalam membesarkanmu layaknya Kakek dan Nenek membesarkan Ayah dan Ibu. Atau bahkan lebih dari itu.

Sudah dulu ya, Nak. Ibu tidak sabar menunggumu untuk hadir di dalam kehidupan Ibu dan melihatmu berkembang hingga akhirmya bisa membaca tulisan Ibu. Dan bila hari itu telah tiba, Ibu hanya mengingatkan bahwa Ibu akan selalu mencintaimu baik hari ini, esok, dan seterusnya di masa depan. Bahkan ketika raga sudah tidak lagi dapat merangkul dan memelukmu bahkan menciummu, Ibu tetap cinta kamu.

Padang, 31 Oktober 2015


Aku yang bangga memanggil diriku, Ibumu J

10/15/15

A Simple Gift from A Simple Friend

Ajeng Novia Anggraini
Its been a super duper long time since the last time I wrote here๐Ÿ˜…
It makes me super awkward to think about how am I supposed to start to write this post without being cheesy. Trust me it took more than an hour only for writing this kinda opening๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚

Today’s post is about someone. It’s still about people around me. But for today, I’ll tell you about a person who used to be around me.

-------------------------
Her name is Suci Oktarina Wahyuni Muslim. She was my bestfriend since High School. We have a very funny story about how our friendship started. So here is our story...

Sekitar tahun 2002

That was my first time to meet her. Waktu itu gue adalah salah satu murid pindahan di kelas 2B SD Fransiskus. I was so childish and anxious with my new environment. Tapi di sisi lain gue luar biasa excited karena bisa pindah (lagi) ke sekolah baru. Waktu itu wali kelas kita namanya Bu Ita. Bu Ita ini super baik tapi juga galak. Pagi itu Bu Ita meminta gue memperkenalkan diri kepada teman-teman sekelas. Setelah memperkenalkan diri seadanya, gue pun disuruh duduk di sebelah anak laki-laki namanya Fadhli. Fix, gue dan Fadhli bakalan jadi temen sebangku sampai kenaikan kelas.

Di belakang tempat duduk gue dan Fadhli, ada sepasang murid lain (waktu SD duduknya kudu berpasangan) dan cewek yang duduk di belakang Fadhli ini lucu lucu bikin gemes. Rambutnya pirang, kulitnya putih banget sampai urat di pipinya keliatan, pipinya juga luar biasa tembem. Dan setelah kenalan, ternyata namanya Suci, dan gue lupa siapa yang waktu itu jadi temen sebangku dia.

Beberapa hari setelah itu gue anaknya masih pemalu dan penakut. Gue masih inget banget suatu hari gue kebelet pipis tapi terlalu takut buat maju ke depan untuk minta izin ke wc. Akhirnya ya gue tahan aja, sampai pada titik kebeletnya ga bisa di tahan lagi dan akhirnya gue ngompol di celana :))) I was so panick. Takut ketahuan guru dan diketawain temen-temen. But I was so genius, di tengah-tengah panik muncul ide buat numpahin air minum gue ke rok. Kepalang basah gitu, yaudah rok gue akhirnya bener-bener basah. Dan waktu itu Alhamdulilllah semua orang percaya kalo rok gue basahnya bukan karena ngompol. Bhahahahak. Tapi ada 1 orang yang ga percaya dan penasaran, doi sampe pengen ngecek rok gue basahnya ampe dalem apa engga. And that person was Uci. Kampret kan. Anyway kejadian ngompol berlalu tanpa ada satu orang pun yang tahu kebenarannya.

Another day was coming, gue lagi nunggu mobil jemputan jalan (rumahnya jauh jadi mesti ikutan bis sekolah) dan waktu itu lagi main kejar-kejaran di depan sekolah ama temen-temen. Then suddenly gue ngerasa gemes liat pipi bergelambirnya Suci. Karena gue anaknya gemesan jadi gue cubit pipi gembilnya. Gue rasa waktu itu ga kenceng-kenceng amat but suddenly she cried so hard. Nangisnya lama sampe yang lain ngirain gue jahatin dia, trus dia juga sampe pengen ngelaporin gue ke Bu Ita. I thought that she was overreacting, and since that day, I started to hate her. Yha, segampang itu buat anak SD benci-bencian.

Akhirnya sampe kelulusan SD pun gue gapernah lagi mau berhubungan sama Suci. No matter what happened gue selalu menghindar meskipun cuma sekedar tegur-teguran doang. That was so childish.

Sekitaran 2008

I became a new student (again) at 8A SMPs Xaverius. Geula, gue heran kenapa hobi banget gonta ganti sekolah๐Ÿ˜ท kali ini Wali Kelas kita Bu Suratmi. Prosedur menjadi anak baru selalu sama. Perkenalkan diri dan blablabla kemudian gue diberikan tempat duduk. Dikarenakan SMP nya masih satu yayasan ama SD gue dulu jadi ya temen-temennya masih sama dan familiar. Mereka udah pada kenal gue dan gue udah kenal ama mereka, cuma beberapa murid yang dari SD lain yang belom gue kenal. Dan dari hampir 3/4 isi kelas yang gue tau, ntah kenapa Bu Ratmi nyuruh gue duduk di bangku sudut paling belakang sebelah kanan. Gue sih ga masalah mau duduk di depan kek belakang kek tengah kek, tapi yang malesin waktu itu adalah di sebelah tempat duduk gue adalah orang yang paling gue malesin. There she was, Suci Oktarina Wahyuni Muslim. I feel so cursed at my first day.

Gue gapunya pilihan lain selain duduk di sana. Kebetulan jaman SMP tempat duduk udah ga diatur-atur lagi. Selagi ga menimbulkan huru-hara you are free to choose your sit. Tapi itu gaberlaku untuk anak baru. Pft. So I was being surrounded with Suci and her gangster. What a wonderful life.

Waktu SMP emang si Suci dan gengnya ini terkenal dengan mulut mereka yang berbisa dan hobi labrak-melabrak (peace guys✌). Gue yang aslinya emang ga pedulian ya cuek aja. I made a new friend in my new society without involving my life to her life to reach a peacefull life. Tapi kemudian muncul hal super menyebalkan berikutnya. She dated on of our classmate, dan jujur aja (maaf bila ku harus jujur ci) pacarannya super duper lebay untuk ukuran anak SMP. Jadilah kadang bangku gue jadi arena pacaran mereka. Gue? Digusur kemana-mana. Kampret memang. This is not because I’m afraid to disturb tapi lebih demi kesehatan mata aja. Jadi kalo jam kosong, mending gue ngelayap ke mana gitu.

Klimaks dari our hate relationship ini adalah ketika Kartini Kartono kelas 2. Acara Kartini Kartono ini emang acara tahunan sekolah kita di mana bakalan ada lomba masak-masak per grup dan fashion show per kelas. Jadilah waktu itu Bu Ratmi bagi kelompok secara random. Dan dengan busuknya nama gue sama Suci terpampang di depas kelas di kelompok yang sama. Mega kampret, I feel so damned. Ntah kenapa mendadak kita berdua jdi susah dipisahkan. I feel so gloom dan males banget ikutan Kartini Kartono. Belom lagi anak sekelas dengan kurang ajarnya milih gue sebagai Kartini sebagai perwakilan kelas. Rasanya gue pengen mati aja. Males banget mau dateng pas hari H.

Tapi ya gimana lagi, gue gabisa lari dari kenyataan. Gue terpaksa kerja sama ama orang yang notabene gue anggep musuh. We work as a professional. Kita ngelakuin persiapan bahan ina itu selama seminggu sebelum acara. And who knows kalo ternyata dari situ awalnya segala salah paham di antara kita bubar dan malah berubah jadi awal baru di hubungan kita (apose). Selama seminggu kerja sama secara ga langsung kita jadi mulai paham satu sama lain. Mulai ngerti ternyata banyak persamaan dalam pola pikir juga dalam watak kita berdua. We worked.perfectly together. Kelompok kita akhirnya bisa menyajikan masakan terbaik. Dan sejak saat itu masing-masing kita membuka hati untuk menerima kehadiran masing-masing (it sounds wrong but I dont know how to express it).

Dari situ akhirnya geng gue dan geng Uci bergabung :)) ga semuanya sih, tapi akhirnya kita punya geng baru yang anggotanya 7 orang. Geng kita namanya d’Rainbow. Iya, itu namanya nyontek sinetron Kepompong. Iya, kita emang ga kreatif. Tapi kita termasuk salah satu geng yang solid dan kompak. Tapi tetep aja ga bertahan lama. Menjelang kelulusan kita akhirnya pecah, dan mulai jalan masing-masing. Tapi gue ama Uci dan beberapa yang lain tetep barengan. Kita ga berantem, malahan masih sering teguran, tapi udah ga hang out bareng lain. Lupa sih karena apa tapi gue sedih banget :(

Tahun 2009 sampai sekarang
Selepas kelulusan SMP awalnya kita masih suka ngumpul bareng, tapi cuma pas semester awal. Kemudian mulai lost contact. Tapi hebatnya gue ama Suci gapernah lost contact meskipun udah beda sekolah. Kita masih kayak dulu. Masih sering jalan bareng, bahkan ikutan les bareng biar masih bisa tetep ketemu. Tetep cerita apa aja yang terjadi. Nothings changed. Meskipun pada akhirnya di kelas 2 SMA kita mulai jarang ketemu, jarang cerita, jarang nongkrong bareng dikarenakan kesibukan masing-masing. But we still remain good.

Bahkan sampai sekarang meskipun kita udah beda kota, kita tetep masih bertukar kabar meskipun udah jarang banget. Sedih. Banget. Kalo diinget kadang pengen nangis. Nyesel aja kenapa sekarang rasanya kita bisa jauh. Bukan cuma jarak, tapi juga perasaan. Kita sekarang udah ga kayak dulu aja gitu. Udah gapernah tau cerita tentang masing-masing. Udah gatau kehidupan pribadi masing-masing. Sekarang gue ngerasa kalo d’Rainbow udah gaada bekas. Semua anggotanya udah pisah di dalam masing-masing perasaan kita.

Duh, baper gue :’))

Today, October 16 2015
Today is her birthday. So today I want her to know how I grateful I am that she ever became the biggest part of my life. I never tell her these past 7 years how lucky I am for having such a best friend like her. Since she is one of the longest friend that I have. Yang bersama gue di dalam perjalanan gue mulai dari anak-anak, labil, dewasa. Banyak pelajaran hidup yang kita dapet. I hope that you wont forget it.

Selamat ulang tahun, Ci. Semoga umur 21 mendewasakan segalanya. I know that this is nothing, this is such a lame present. But I want you to know that I still remember you. I still remember every single detail story about us. I still want the story to keep longer and longer until one day we could tell our kids what a funny relationship that we had. I do really miss those time we sweared at each other with those awful words but still being happy. I do really miss every single time that we spend to share our deepest secret. I miss the time when I became the first person you called when you got in to some.troubles. I miss us, the super bitchy bad mouth sister :’)

Terima kasih sudah mau menjadi sahabat, teman, musuh, saudara, bahkan bayangan yang selalu menemani. Terima kasih sudah menjadi orang paling jujur, paling keras, paling benar untuk segala nasehat dan kritikan. Terima kasih karena pada akhirnya sampai sekarang kita masih tetap saling bertukar kabar. Terima kasih untuk segala traktiran makan yang membawa kita buat cerita panjang lebar tentang apa saja. Thank you for being you and always be as you.

Semoga di umur ini semua keberkahan dan rejeki dilimpahkan Tuhan tak putus-putus. Semoga tahun ini lekas menambahkan gelar di belakang nama pemberian Ayah Ibu. Semoga di tahun ini lekas dipertemukan tempat untuk melabuhkan hati. Hihi

All right, this post is dedicated for your birthday. Sorry can not be there for your birthday. But promise to see you this New Year! Semoga bisa ketemu yaa, Ci! Semoga bisa jalan bareng lagi, punya cerita baru lagi. Semoga jadwal kita tidak bentrok -bentrok lagi ๐Ÿ˜ƒ

I never tell you this, but I LOVE YOU CI๐Ÿ’•๐Ÿ’•

Please stay the same and please always be my best buddy till the end๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š


SMP dan sumpah geli sendiri :))

SMA dan masih alay. that photoscape, tho.

2 tahun yang lalu, masih tetep forever alay. ke-alay-an upgrade to C360

Coprights @ 2016, Blogger Template Designed By Templateism

Distributed By Gooyaabi Templates