10/15/15

A Simple Gift from A Simple Friend

Ajeng Novia Anggraini
Its been a super duper long time since the last time I wrote here๐Ÿ˜…
It makes me super awkward to think about how am I supposed to start to write this post without being cheesy. Trust me it took more than an hour only for writing this kinda opening๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚

Today’s post is about someone. It’s still about people around me. But for today, I’ll tell you about a person who used to be around me.

-------------------------
Her name is Suci Oktarina Wahyuni Muslim. She was my bestfriend since High School. We have a very funny story about how our friendship started. So here is our story...

Sekitar tahun 2002

That was my first time to meet her. Waktu itu gue adalah salah satu murid pindahan di kelas 2B SD Fransiskus. I was so childish and anxious with my new environment. Tapi di sisi lain gue luar biasa excited karena bisa pindah (lagi) ke sekolah baru. Waktu itu wali kelas kita namanya Bu Ita. Bu Ita ini super baik tapi juga galak. Pagi itu Bu Ita meminta gue memperkenalkan diri kepada teman-teman sekelas. Setelah memperkenalkan diri seadanya, gue pun disuruh duduk di sebelah anak laki-laki namanya Fadhli. Fix, gue dan Fadhli bakalan jadi temen sebangku sampai kenaikan kelas.

Di belakang tempat duduk gue dan Fadhli, ada sepasang murid lain (waktu SD duduknya kudu berpasangan) dan cewek yang duduk di belakang Fadhli ini lucu lucu bikin gemes. Rambutnya pirang, kulitnya putih banget sampai urat di pipinya keliatan, pipinya juga luar biasa tembem. Dan setelah kenalan, ternyata namanya Suci, dan gue lupa siapa yang waktu itu jadi temen sebangku dia.

Beberapa hari setelah itu gue anaknya masih pemalu dan penakut. Gue masih inget banget suatu hari gue kebelet pipis tapi terlalu takut buat maju ke depan untuk minta izin ke wc. Akhirnya ya gue tahan aja, sampai pada titik kebeletnya ga bisa di tahan lagi dan akhirnya gue ngompol di celana :))) I was so panick. Takut ketahuan guru dan diketawain temen-temen. But I was so genius, di tengah-tengah panik muncul ide buat numpahin air minum gue ke rok. Kepalang basah gitu, yaudah rok gue akhirnya bener-bener basah. Dan waktu itu Alhamdulilllah semua orang percaya kalo rok gue basahnya bukan karena ngompol. Bhahahahak. Tapi ada 1 orang yang ga percaya dan penasaran, doi sampe pengen ngecek rok gue basahnya ampe dalem apa engga. And that person was Uci. Kampret kan. Anyway kejadian ngompol berlalu tanpa ada satu orang pun yang tahu kebenarannya.

Another day was coming, gue lagi nunggu mobil jemputan jalan (rumahnya jauh jadi mesti ikutan bis sekolah) dan waktu itu lagi main kejar-kejaran di depan sekolah ama temen-temen. Then suddenly gue ngerasa gemes liat pipi bergelambirnya Suci. Karena gue anaknya gemesan jadi gue cubit pipi gembilnya. Gue rasa waktu itu ga kenceng-kenceng amat but suddenly she cried so hard. Nangisnya lama sampe yang lain ngirain gue jahatin dia, trus dia juga sampe pengen ngelaporin gue ke Bu Ita. I thought that she was overreacting, and since that day, I started to hate her. Yha, segampang itu buat anak SD benci-bencian.

Akhirnya sampe kelulusan SD pun gue gapernah lagi mau berhubungan sama Suci. No matter what happened gue selalu menghindar meskipun cuma sekedar tegur-teguran doang. That was so childish.

Sekitaran 2008

I became a new student (again) at 8A SMPs Xaverius. Geula, gue heran kenapa hobi banget gonta ganti sekolah๐Ÿ˜ท kali ini Wali Kelas kita Bu Suratmi. Prosedur menjadi anak baru selalu sama. Perkenalkan diri dan blablabla kemudian gue diberikan tempat duduk. Dikarenakan SMP nya masih satu yayasan ama SD gue dulu jadi ya temen-temennya masih sama dan familiar. Mereka udah pada kenal gue dan gue udah kenal ama mereka, cuma beberapa murid yang dari SD lain yang belom gue kenal. Dan dari hampir 3/4 isi kelas yang gue tau, ntah kenapa Bu Ratmi nyuruh gue duduk di bangku sudut paling belakang sebelah kanan. Gue sih ga masalah mau duduk di depan kek belakang kek tengah kek, tapi yang malesin waktu itu adalah di sebelah tempat duduk gue adalah orang yang paling gue malesin. There she was, Suci Oktarina Wahyuni Muslim. I feel so cursed at my first day.

Gue gapunya pilihan lain selain duduk di sana. Kebetulan jaman SMP tempat duduk udah ga diatur-atur lagi. Selagi ga menimbulkan huru-hara you are free to choose your sit. Tapi itu gaberlaku untuk anak baru. Pft. So I was being surrounded with Suci and her gangster. What a wonderful life.

Waktu SMP emang si Suci dan gengnya ini terkenal dengan mulut mereka yang berbisa dan hobi labrak-melabrak (peace guys✌). Gue yang aslinya emang ga pedulian ya cuek aja. I made a new friend in my new society without involving my life to her life to reach a peacefull life. Tapi kemudian muncul hal super menyebalkan berikutnya. She dated on of our classmate, dan jujur aja (maaf bila ku harus jujur ci) pacarannya super duper lebay untuk ukuran anak SMP. Jadilah kadang bangku gue jadi arena pacaran mereka. Gue? Digusur kemana-mana. Kampret memang. This is not because I’m afraid to disturb tapi lebih demi kesehatan mata aja. Jadi kalo jam kosong, mending gue ngelayap ke mana gitu.

Klimaks dari our hate relationship ini adalah ketika Kartini Kartono kelas 2. Acara Kartini Kartono ini emang acara tahunan sekolah kita di mana bakalan ada lomba masak-masak per grup dan fashion show per kelas. Jadilah waktu itu Bu Ratmi bagi kelompok secara random. Dan dengan busuknya nama gue sama Suci terpampang di depas kelas di kelompok yang sama. Mega kampret, I feel so damned. Ntah kenapa mendadak kita berdua jdi susah dipisahkan. I feel so gloom dan males banget ikutan Kartini Kartono. Belom lagi anak sekelas dengan kurang ajarnya milih gue sebagai Kartini sebagai perwakilan kelas. Rasanya gue pengen mati aja. Males banget mau dateng pas hari H.

Tapi ya gimana lagi, gue gabisa lari dari kenyataan. Gue terpaksa kerja sama ama orang yang notabene gue anggep musuh. We work as a professional. Kita ngelakuin persiapan bahan ina itu selama seminggu sebelum acara. And who knows kalo ternyata dari situ awalnya segala salah paham di antara kita bubar dan malah berubah jadi awal baru di hubungan kita (apose). Selama seminggu kerja sama secara ga langsung kita jadi mulai paham satu sama lain. Mulai ngerti ternyata banyak persamaan dalam pola pikir juga dalam watak kita berdua. We worked.perfectly together. Kelompok kita akhirnya bisa menyajikan masakan terbaik. Dan sejak saat itu masing-masing kita membuka hati untuk menerima kehadiran masing-masing (it sounds wrong but I dont know how to express it).

Dari situ akhirnya geng gue dan geng Uci bergabung :)) ga semuanya sih, tapi akhirnya kita punya geng baru yang anggotanya 7 orang. Geng kita namanya d’Rainbow. Iya, itu namanya nyontek sinetron Kepompong. Iya, kita emang ga kreatif. Tapi kita termasuk salah satu geng yang solid dan kompak. Tapi tetep aja ga bertahan lama. Menjelang kelulusan kita akhirnya pecah, dan mulai jalan masing-masing. Tapi gue ama Uci dan beberapa yang lain tetep barengan. Kita ga berantem, malahan masih sering teguran, tapi udah ga hang out bareng lain. Lupa sih karena apa tapi gue sedih banget :(

Tahun 2009 sampai sekarang
Selepas kelulusan SMP awalnya kita masih suka ngumpul bareng, tapi cuma pas semester awal. Kemudian mulai lost contact. Tapi hebatnya gue ama Suci gapernah lost contact meskipun udah beda sekolah. Kita masih kayak dulu. Masih sering jalan bareng, bahkan ikutan les bareng biar masih bisa tetep ketemu. Tetep cerita apa aja yang terjadi. Nothings changed. Meskipun pada akhirnya di kelas 2 SMA kita mulai jarang ketemu, jarang cerita, jarang nongkrong bareng dikarenakan kesibukan masing-masing. But we still remain good.

Bahkan sampai sekarang meskipun kita udah beda kota, kita tetep masih bertukar kabar meskipun udah jarang banget. Sedih. Banget. Kalo diinget kadang pengen nangis. Nyesel aja kenapa sekarang rasanya kita bisa jauh. Bukan cuma jarak, tapi juga perasaan. Kita sekarang udah ga kayak dulu aja gitu. Udah gapernah tau cerita tentang masing-masing. Udah gatau kehidupan pribadi masing-masing. Sekarang gue ngerasa kalo d’Rainbow udah gaada bekas. Semua anggotanya udah pisah di dalam masing-masing perasaan kita.

Duh, baper gue :’))

Today, October 16 2015
Today is her birthday. So today I want her to know how I grateful I am that she ever became the biggest part of my life. I never tell her these past 7 years how lucky I am for having such a best friend like her. Since she is one of the longest friend that I have. Yang bersama gue di dalam perjalanan gue mulai dari anak-anak, labil, dewasa. Banyak pelajaran hidup yang kita dapet. I hope that you wont forget it.

Selamat ulang tahun, Ci. Semoga umur 21 mendewasakan segalanya. I know that this is nothing, this is such a lame present. But I want you to know that I still remember you. I still remember every single detail story about us. I still want the story to keep longer and longer until one day we could tell our kids what a funny relationship that we had. I do really miss those time we sweared at each other with those awful words but still being happy. I do really miss every single time that we spend to share our deepest secret. I miss the time when I became the first person you called when you got in to some.troubles. I miss us, the super bitchy bad mouth sister :’)

Terima kasih sudah mau menjadi sahabat, teman, musuh, saudara, bahkan bayangan yang selalu menemani. Terima kasih sudah menjadi orang paling jujur, paling keras, paling benar untuk segala nasehat dan kritikan. Terima kasih karena pada akhirnya sampai sekarang kita masih tetap saling bertukar kabar. Terima kasih untuk segala traktiran makan yang membawa kita buat cerita panjang lebar tentang apa saja. Thank you for being you and always be as you.

Semoga di umur ini semua keberkahan dan rejeki dilimpahkan Tuhan tak putus-putus. Semoga tahun ini lekas menambahkan gelar di belakang nama pemberian Ayah Ibu. Semoga di tahun ini lekas dipertemukan tempat untuk melabuhkan hati. Hihi

All right, this post is dedicated for your birthday. Sorry can not be there for your birthday. But promise to see you this New Year! Semoga bisa ketemu yaa, Ci! Semoga bisa jalan bareng lagi, punya cerita baru lagi. Semoga jadwal kita tidak bentrok -bentrok lagi ๐Ÿ˜ƒ

I never tell you this, but I LOVE YOU CI๐Ÿ’•๐Ÿ’•

Please stay the same and please always be my best buddy till the end๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š


SMP dan sumpah geli sendiri :))

SMA dan masih alay. that photoscape, tho.

2 tahun yang lalu, masih tetep forever alay. ke-alay-an upgrade to C360

Ajeng Novia Anggraini / Author & Editor

Ajeng Novia Anggraini or sometimes called as JJ is an Indonesian blogger who blogs about her daily life and another conspiracy around her

0 Comment:

Post a Comment

Coprights @ 2016, Blogger Template Designed By Templateism

Distributed By Gooyaabi Templates