Dear friends or those
who thinks thay they are a friend,
Aku tau mungkin aku
bukanlah teman yang sempurna. Aku bukanlah seorang teman yang benar-benar baik.
Atau aku pun bukanlah teman yang bisa dengan leluasa mengatakan kebenaran yang
pahit di depanmu. Aku masihlah orang yang tetap tidak tega mengatakan hal buruk
yang dapat menyakiti hatimu bila aku ungkapkan langsung di depanmu. Tapi aku
akan selalu berusaha semampuku untuk tidak menipumu. Dan bila suatu saat kau
menemukan kebohongan dariku, percayalah saat itu tiada hal yang sanggup aku
lakukan selain membuat dusta yang takkan pernah menyusahkanmu.
Inget postingan gue tentang Fake Plastic Trees? Ya, kali ini
gue bakal membahas itu lagi. Masih ingat dengan filosofi Fake Plastic Trees? Kalian
yang udah nonton film 5cm pasti tau. Fake Plastic Trees itu adalah salah satu
lagunya Radiohead. Okay, kita gabakalan bahas lagu atau sebagainya sekarang,
kita bakalan ngebahas tentang korelasi antara Fake Plastic Trees ini dengan
persahabatan.
Sebelumnya gue mau ijin, postingan ini bukan ditujukan untuk
menyindir siapapun. Hanya saja postingan ini dibuat semata-mata untuk kepuasan
diri gue sendiri aja. Hal ini sudah bergejolak di batin gue selama berhari-hari
dan seperti biasa, sebelum semuanya gue tulis di suatu tempat, perasaan ini
perlahan akan membunuh gue. Bukan membunuh gue secara fisik, tapi membunuh
keyakinan gue dalam mempercayai orang lain. So, maaf apabila nanti ada beberapa
pihak yang akan merasa tersinggung dengan tulisan ini. Atau saya sarankan lebih
baik anda berhenti saja sampai disini untuk membaca postingan ini ketimbang
anda akan merasa terhina setelah membaca postingan ini karena saya tidak ingin
nanti ada komentar miring, postingan blog yang membalas, twit nyinyir, atau
status yang menyatakan keberatan anda pada postingan ini, jadi saya tidak akan
ambil pusing. Sejujurnya saya tidak akan
peduli kepada anda yang membenci saya, biar saja anda yang tetap peduli kepada
saya dengan tetap membenci saya :)
Okay, jadi sebelumnya begini, ini adalah kisah pribadi gue
yang mempunyai seorang teman yang sibuk menjadi Fake Plastic Trees. Kalo ada
yang belum baca postingan lama gue tentang Fake Plastic Trees, saya akan
menjelaskan kembali apa itu. Fake Plastic Trees itu secara harfiah bisa
diartikan sebagai Pohon Plastik Palsu. Ada yang inget Ian di novel 5cm? (iya,
gue belom nonton Cuma baca novel doang) masih inget sama kisah Ian yang menjadi
Fake Plastic Trees? Iya, waktu itu Ian baru bergabung jadi group power ranger
dan dia sibuk melakukan pencitraan. Ian ngomong sesuatu yang baik-baik ke Arial
dan menjelek-jelekkan Genta ke Arial Cuma untuk mendapatkan simpati dari Arial.
Begitu juga sebaliknya. Ian ngomong segala hal yang jelek tentang Arial ke
Genta Cuma buat dapet simpati dari Genta. Yaps, that’s Fake Plastic Trees! Orang-orang
dengan sebongkah pencitraan yang sibuk berpura-pura menjadi orang lain hanya
untuk terlihat lebih baik tanpa peduli bahwa dia sudah melakukan pembunuhan
karakter bahkan meski si korban adalah temannya sendiri. Atau lebih simpelnya
sih, tukang adu domba.
Munafik? Mungkin begitu, tapi bagi gue mereka lebih hina
dari itu. Dan entah kebetulan macam apa gue punya temen yang sama persis
seperti Ian. The Fake Plastic Trees! Dia sibuk ngebaik-baikin gue di depan gue
dan jelek-jelekin yang lain di depan gue. Tapi di belakang gue? Dia ngelakuin
hal yang sama ke orang yang dia jelek-jelekin ke gue itu. Gue? Gue sumpah
pengen nonjok mulut besarnya atas ini semua. Gue emosi itu sudah pasti, dia
pasti udah tau gimana kerasnya gue. Dan satu hal lagi yang harus dia tau, gue adalah orang yang paling jijik sama
pengkhianatan!
Gue adalah orang yang kalo udah percaya sama suatu orang,
gue bakalan percaya abis-abisan. Gue bakal ungkap semua yang gue rasain, dan
itu jarang terjadi, karena gue jarang bisa bener-bener percaya sepenuhnya ke
suatu orang. Dan disaat elo dikhianatin sama orang yang paling lo percaya? Yaudah
pasti nyesek lah nyet. Yaudah pasti lo bakalan murka, atau buat gue ini lebih
dari sekedar murka. Ada sebuah self-denial yang muncul buat ga lagi percaya ke
orang lain. Kehilangan orang kepercayaan itu rasanya seperti dunia runtuh di depan
mata lo. Betapa lo bimbang, betapa lo takut dunia akan tahu apa yang seharusnya
tidak mereka ketahui. Dan bener aja, your bestfriend can be your worst enemy
one day.
Sekarang gaada lagi yang bisa gue perbuat. Mau menyesal pun
udah gaada gunanya. Mau marah-marah ke dia, mau maki-maki dia? Gue yakin
semuanya ga bakal bisa nyelesaiin masalah gue. Sekarang gue justru sibuk
membangun self denial. Ada pepatah yang mengatakan “you not suppose to believe
in people around you even yourself” awalnya gue anggap itu gila. Gimana bisa
kita ga percaya siapapun apalagi diri sendiri. Tapi setelah dipikir pikir itu
semua ada benernya. Bahkan disaat kita bercermin pun belum tentu apa yang
dipantulkan dalam cermin tersebut adalah sebuah kebenaran.
So saran gue buat kalian semua, berhati-hatilah dalam
mempercayai suatu hal apalagi seseorang. You have to know that honesty is the
most expensive and also the hardest thing in this world. Try not too easy for
beliefing something or someone even that’s your own mind. Dan buat kalian si
Fake Plastic Trees yang-sungguh-hidup-kalian-sangat-menyedihkan, sadari betapa
menyedihkannya kalian dengan menjadi sebuah Pohon Imitasi yang hanya terbuat
dari plastic kemudian kalian menjadi sesuatu yang palsu pula. Betapa kalian
telah menyia-nyiakan segalanya. Ingatlah satu hal kawanku, mungkin sebuah
kesalahan dapat dihapuskan dengan permintaan maaaf, tapi sebuah kekecewaan
belum tentu bisa dihapuskan sekalipun ditebus dengan nyawa. Seseorang yang
telah dikecewakan jauh lebih berbahaya daripada seekor singa betina bunting
yang sedang kelaparan. Mereka bukan hanya menerkam dirimu, tapi juga
kebahagiaanmu dan orang-orang sekitarmu. Dan berhati-hatilah, karma adalah
ganjar sepadan yang mutlak bagi setiap pengkhianatan. Waspadalah!! Waspadalah!!
0
