makin lama waktu gue makin sempit. Sekarang seolah-olah gue diburu waktu. Dan setiap waktu yang berlalu menimbulkan berbagai macam penyesalan. Kenapa sih kemaren gue ga begini kenapa mesti begitu? Terlalu banyak penyesalan. Terlalu banyak waktu terbuang. Yang ada di otak gue semuanya cuma kata "seandainya".
Seandainya kemaren gue denger kata mama.
Seandainya kemaren gue nurut ama papa.
Seandainya kemaren gue ga bertindak gila.
Seandainya gue mau aja dimasukin ke Boarding School.
Seandainya dunia kasih tau ke gue kalo ini semua akan terjadi.
Seandainya gue dilahirkan sebagai seorang adik bukan kakak.
Seandainya gue dilahirkan dua tahun lebih awal.
Seandainya di dunia ini gaada penyakit yang ga bisa disembuhkan.
Seandainya seandainya dan seandainya.
Terlalu banyak perandaian. Terlalu banyak penyesalan. Terlalu banyak waktu yang gue habiskan hanya untuk berangan tanpa berusaha lebih baik.
Sekarang waktu gue ga banyak. Bahkan waktu menuntut gue untuk bergerak lebih cepat, berpikir lebih jenih, memutuskan lebih bijak, dan melangkah lebih cepat. Karna setiap waktu yang gue sia-siakan tidak akan pernah bergulir kembali supaya gue memperbaikinya, supaya gue bisa menggunakannya dengan baik.
Dan di waktu gue yang tinggal sedikit ini gue bakal menggunakannya dengan lebih baik. Dan gue HARUS membuat sesuatu yang berguna bagi mereka semua yang kelak akan bisa dikenang oleh semua orang. Gue ga mau ini semua berakhir tanpa arti. Gue gamau mati sia-sia. Gue gamau semuanya berakhir dengan kekonyolan. Gue mau jadi yang berguna.
Jadi, buat kalian yang punya waktu lebih banyak, berhentilah menyia-nyiakannya. Sebelum kalian menyesal, seperti gue :)
0 Comment:
Post a Comment