2/15/14

Ajeng dan Konspirasi Perut

Ajeng Novia Anggraini

Haluu...
Welcome to the end of the second weeks of February.
Ga berasa ya 2014 udah jalan dua bulan.

Back to February means back to Padang. Back to Padang means back to routines. Kembali masuk kuliah, kembali ngurus AIESEC, kembali bertemu makhluk-makhluk bodor kesayangan.

Tidak terlalu banyak yang berubah di tahun ini kecuali umur yang semakin menua, kredit sks mata kuliah yang semakin bertambah dan jadwal kegiatan yang seakan tanpa jeda. Tapi Alhamdulillah semua aktivitas yang gue lakukan, meskipun menguras tenaga dan waktu yang habis-habisan sampai saat ini masih terasa menyenangkan. Tidak ada yang membuat gue ingin mengumpat dan menyumpah serapah orang-orang karena kelelahan. Sejauh ini emosi gue masih stabil dan terkontrol.

Oh iya, ada satu lagi yang bertambah di tahun ini: berat badan. Geez, gue sekarang rada alergi ama timbangan. Tiap abis liat timbangan bawaannya pengen dilindes pake truk.

Ngomong-ngomong soal timbangan, gue memang orang yang suka makan seenaknya. Apalagi makanan yang enak-enak. Karena terlahir sebagai seorang Sagittarius, gue punya jiwa petualang yang kental di dalam darah gue. Perpaduan kedua sifat tersebut membuat gue menjadi orang yang selalu ingin mencoba setiap menu yang ada di setiap resraurant. Tapi gue adalah orang yang gampang kikuk untuk sekedar makan sendirian di sebuah cafe maupun resto. That's why I need friend.

But finding a friend, especially for girl, who capable to company us for food adventuring just like swimming without your leg. Bisa, tapi bakal susah dan ga betah. Kebanyakan pada awalnya mereka mau dan enjoy aja gitu pas diajak food adventuring, namun seiring berjalannya waktu mereka akan mundur satu persatu ketika mulai menyadari gerak timbangan mereka mulai tidak terkontrol, even cuma naik sepersekian ons, tapi bagi kebanyakan cewek itu masalah besar.

Well, to be honest I just can't catch the way the mostly girls think. Iya, gue perempuan, dan gue juga takut gendut. Tapi gue ga terlalu ambil pusing masalah berat badan. Selama belum mencapai obesitas dan membahayakan kesehatan, gue sih fine-fine aja. Yang herannya itu sama cewek yang badannya segede lidi tapi bilang "aku gendut banget deh, liat deh pipiku, kayak udah mau meletus gini. Ih kesel." I just want to kick their ass. Kalo pipi lo segitu udah dibilang mau meletus, apa kabar pipi gue, heh?

Dan ada lagi cewe-cewe yang suka maksa cowoknya buat makan jauh lebih banyak dari mereka dengan alasan dia gaboleh keliatan lebih gendut dari pacarnya. It doesn't even make a sense.

But that's girls. They're dying for being like a needle. Berlomba-lomba menjadi bulimia sehingga lupa apa itu kenikmatan yang dunia suguhkan lewat cita rasa makanan.

From those case, I'm just another girl who can't stand if not touching a good looking food. The obe who never care even that food is much much expensive than a gorgeous make-up kit. And that's why it is so hard for me to find someone that fit me in this circumtance.

For me, having one girlfriend that want to company me for eating bunch of callories is much much better than having ten bestfriends that give you an hour lecture about each food contains a billion calories that will make you look like a giant pregnant bufallo.

Logikanya sih gini, kalo kamu bisa dapetin seorang temen cewek yang mau jadi gendut bersama sementara cewek-cewek lain rela mati supaya jadi langsing, berharga ga tuh?

So, if you've already got that kind of person, keep her! She is priceless. Orang kalo perutnya udah nyambung ama kita, otak bakalan ikutan singkron.

So this is the end of my post. Maybe some of you will think that this post is just wasted. But just try to catch the positive idea that i try to present. Just try as hard as you can. And I never force you to be agree with my thought. Everybody has their own perception and so do you.

Bye, people! See you at the next post♡

Ps: my bestie Vico just wrote something nice about me. Thank you darling!♥
You can read that in here

Ajeng Novia Anggraini / Author & Editor

Ajeng Novia Anggraini or sometimes called as JJ is an Indonesian blogger who blogs about her daily life and another conspiracy around her

0 Comment:

Post a Comment

Coprights @ 2016, Blogger Template Designed By Templateism

Distributed By Gooyaabi Templates