5/6/13

Gladi Resik Tugas Paper: Siblings Rivalry

Ajeng Novia Anggraini

Huwaaaaaauwouwoooo~
Beteeee gue ada tugas essay buat besok dan gue sudah berusaha buat memulai nulis dari sehabis magrib and you know what? Gue masih stuck di brain storming doang dooong -___- sebenernya gue udah ada bahan. Berhubung temanya itu tentang Siblings Rivalry gue udah punya ide dong, secara mengalami sendiri. Brain storming udah bagus, ide udah keren. Nah tinggal merangkai kata-kata dalam bahasa inggris doang yang gue ribeut geula. Sekarang? Gue lagi make headset dengan volume full sambil nyanyi-nyanyian cempreng buat nyari inspirasi nulis.

Well, mending gue coba nulis di sini aja kali ya. Oke, menurut beberapa orang berantem ama sodara itu adalah hal yang lumrah. Ibarat kata kalo kita gapernah berantem sama sodara sendiri itu bagaikan sayur tanpa garam, bagaikan Eyang Subur tanpa Arya Wiguna, bagaikan nobita tanpa doraemon, dan bagaikan Ajeng tanpa pacarnya (HEH! INI APAAAAH?!). apalagi waktu kita ama sodara kita berada dalam jarak pandang yang cukup dekat. Nah, semua hal pasti diberantemin misalnya remot TV, makanan di atas meja, dan lain-lain. Sebenernya apa sih yang bener-bener bikin kita bisa segitu empetnya ama sodara sendiri. Sebenernya ada beberapa hal yang luput dari perhatian kita yang justru jadi penyebab utama kita sering saing-saingan sama sodara sendiri (mak, ini thesis statement nya bagus tapi gimana ngebahasa inggrisinnya?!). so here we goes!

Yang pertama dan utama sekali itu semua karena adanya perbedaan kepribadian dari masing-masing kita. Misalnya, kita adalah orang yang easy going, suka have fun, becanda, tereak-tereakan di kamar nyanyiin lagu galau; sementara sodara kamu anaknya kalem, perfeksionis, suka di rumah, guling-gulingan di sofa, hobi ngemil whiskas (oh tunggu, itu jangan-jangan se belang kucing tetangga). Hal itu akan menimbulkan beberapa cekcok di antara kalian. Kamu yang hobinya becanda biasanya bakal sering menjadikan sodara kamu bahan bercandaan, dan kadang becanda kamu itu ga lucu kemudian malah bikin dia bete trus akhirnya kalian ribut. Sodara kamu yang hobinya beberes sedangkan kamu hobinya ngeberantakin, itu juga bakal bikin percekcokan di antara kalian. Sebenarnya perbedaan yang terjadi bukan lah hambatan untuk membina sebuah hubungan yang rukun dan kompak, namun terkadang egoisme lah yang membuat segala yang di lakukan sodara mu terasa salah dan menjadikan kamu sebagai orang yang paling benar sedunia. Itu masalah pokoknya.

Yang kedua adalah tidak dihargainya privasi. Bagi sebagian orang tua ada yang menempatkan anak-anak mereka dalam satu kamar yang sama. Disini akan timbul percekcokan tentang wilayah kekuasaan. Kadang ga sengaja sodara kamu nginjek daerah kamu, kemudian kamu akan mengaum dengan jumawa. Ketika sodara kamu nyolot sedikit, kamu malah nyolot banyak dan akhirnya terjadi saling nyolot-nyolotan. Buat kamu yang  ga sekamar sama sodara juga akan merasakan problematika “Slonong girl” dimana sodara kamu dengan seenak udelnya masuk kamar kamu tanpa ngetuk pintu. Bete ga sih kalo lo lagi ngelamunin gebetan eh kemudian muncul sesosok makhluk kepo di depan pintu dengan wajah innocentnya nongol tanpa babibu? Bete kan? Pengen nabok kan? Itu juga bisa jadi salah satu persoalannya. Sering juga kejadiannya seperti ini, ketika kamu pengen make suatu barang kemudain tiba-tiba barangnya malah menghilang ntah kemana. Waktu kamu tereak-tereakin seisi rumah kemudian sodara kamu muncul dengan muka polos tanpa dosa ngembaliin barang kamu. Pengen panggil professor Squirrel nya Harry Potter buat nyihir dia jadi kecebong bersayap kan? Tuh!

Dan yang terakhir masalah yang teramat sangat epic yaitu, perebutan kasih sayang orang tua. Kita sering mengklaim orang tua kita ga adil sama kita untuk beberapa hal. Misalnya, kamu sebagai anak yang lebih tua bakal diijinin buat keluar malem, nongkrong bareng ama temen, atau jalan-jalan ke luar kota ama nyokap, itu semua bakal bikin si bungsu bakal sirik setengah mampus. Gimana enggak? Dia Cuma bisa berdiam diri di rumah nemenin nyokap. Sounds bored? Memang. Untungnya gue anak sulung. HAHAHAHAHAHA tapi jadi si sulung juga ga enak. Kamu bakal dapet beban pekerjaan rumah yang lebih berat ketimbang adek-adek. Ini nih yang bikin bete -_- dan  juga sebagian sulung merasa perhatian orang tuanya lebih banyak tercurahkan kepada si bungsu ketimbang dia. Perasaan menuntut keadilan dengan takaran jumlah yang sama itulah yang membuat persaingan antar saudara.

Dari semua yang gue jelasin di atas bisa kita liat bahwa sebenernya hal-hal kecil seperti kepribadian, privasi, dan kasih sayang orang tua adalah hal yang selama ini diabaikan dalam keluarga. Padahal, justru hal seperti inilah yang membuat persaingan antar saudara terjadi. Ga enak kan kalo sebenernya kita saudaraan tapi malah saling menjatuhkan? Kalo kita ulas lagi sebenernya dari semua persoalan itu bisa ditarik kesimpulan bahwa penyebab terjadinya Siblings Rivalry itu hanyalah keegoisan. Gimana engga? Semua persoalan tersebut tidak akan menjadi sebuah percekcokan apabila masing-masing pihak tidak egois. Perbedaan kepribadian dan privasi bisa kita atasi dengan saling menghargai satu sama lainnya. Sadar atau tidak, justru perbedaanlah yang membuat kalian bisa saling melengkapi dalam sebuah keluarga. Sementara untuk masalah ketidak adilan orang tua, sebenarnya itu hanyalah permasalahan sudut pandang kita doang kok. Pada dasarnya orang tua ga salah ngasih kita peraturan seperti itu. Karna adil bukanlah memberi sama banyak, tapi adil adalah memberi secukupnya sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan.

The last but not least, percekcokan itu suatu hari nanti akan kalian rindukan disaat masing-masing kalian telah tumbuh dewasa dan hidup terpisah. Di saat kalian tidak lagi tinggal satu atap dan berada dalam jarak tempuh yang cukup jauh, rasa benci, iri, dan dengki kalian akan berubah seketika menjadi sebuah kerinduan yang mendalam. Percaya atau tidak, suatu hari nanti di saat kalian tidak punya teman untuk bercerita atau sahabat untuk berbagi duka, saudara sedarah lah yang akan menjadi satu-satunya orang yang akan pasang badan buat kamu. Di saat tidak adalagi yang percaya dengan kata-katamu, dia akan dating kepadamu dan membelamu sebisanya. Karena tidak ada ikatan yang lebih kuat ketimbang ikatan tali persaudaraan. So, sekarang kamu masih sering sebel sama sodara mu? Coba pikirkan gimana suatu hari tidak ada dia di sekitarmu yang membuatmu kesal. You gonna miss them, guys!

This is the end of the post, gue masih bengong sendiri kenapa gue lancar banget nulis di sini sementara essay gue kemajuannya baru nyampe thesis statement -___- yasudahlah gue rasa kemampuan bahasa inggris gue bakal bertambah nanti malam, di mana biasanya inspirasi bakal mengetuk kepala gue di tiga perempat malam. Lets pray for my essay feillas. Dan ohiya besok kelas sama pak Rusdinur lagi dong -__________-

Selamat Malam, kesayangan :)

Ajeng Novia Anggraini / Author & Editor

Ajeng Novia Anggraini or sometimes called as JJ is an Indonesian blogger who blogs about her daily life and another conspiracy around her

0 Comment:

Post a Comment

Coprights @ 2016, Blogger Template Designed By Templateism

Distributed By Gooyaabi Templates