Huwaaaaaauwouwoooo~
Beteeee gue ada tugas essay buat
besok dan gue sudah berusaha buat memulai nulis dari sehabis magrib and you
know what? Gue masih stuck di brain storming doang dooong -___- sebenernya gue
udah ada bahan. Berhubung temanya itu tentang Siblings Rivalry gue udah punya ide dong, secara mengalami sendiri.
Brain storming udah bagus, ide udah keren. Nah tinggal merangkai kata-kata
dalam bahasa inggris doang yang gue ribeut geula. Sekarang? Gue lagi make
headset dengan volume full sambil nyanyi-nyanyian cempreng buat nyari inspirasi
nulis.
Well, mending gue coba nulis di
sini aja kali ya. Oke, menurut beberapa orang berantem ama sodara itu adalah
hal yang lumrah. Ibarat kata kalo kita gapernah berantem sama sodara sendiri
itu bagaikan sayur tanpa garam, bagaikan Eyang Subur tanpa Arya Wiguna,
bagaikan nobita tanpa doraemon, dan bagaikan Ajeng tanpa pacarnya (HEH! INI
APAAAAH?!). apalagi waktu kita ama sodara kita berada dalam jarak pandang yang
cukup dekat. Nah, semua hal pasti diberantemin misalnya remot TV, makanan di
atas meja, dan lain-lain. Sebenernya apa sih yang bener-bener bikin kita bisa
segitu empetnya ama sodara sendiri. Sebenernya ada beberapa hal yang luput dari
perhatian kita yang justru jadi penyebab utama kita sering saing-saingan sama
sodara sendiri (mak, ini thesis statement nya bagus tapi gimana ngebahasa
inggrisinnya?!). so here we goes!
Yang pertama dan utama sekali itu
semua karena adanya perbedaan kepribadian dari masing-masing kita. Misalnya,
kita adalah orang yang easy going, suka have fun, becanda, tereak-tereakan di
kamar nyanyiin lagu galau; sementara sodara kamu anaknya kalem, perfeksionis,
suka di rumah, guling-gulingan di sofa, hobi ngemil whiskas (oh tunggu, itu
jangan-jangan se belang kucing tetangga). Hal itu akan menimbulkan beberapa
cekcok di antara kalian. Kamu yang hobinya becanda biasanya bakal sering
menjadikan sodara kamu bahan bercandaan, dan kadang becanda kamu itu ga lucu
kemudian malah bikin dia bete trus akhirnya kalian ribut. Sodara kamu yang
hobinya beberes sedangkan kamu hobinya ngeberantakin, itu juga bakal bikin
percekcokan di antara kalian. Sebenarnya perbedaan yang terjadi bukan lah
hambatan untuk membina sebuah hubungan yang rukun dan kompak, namun terkadang egoisme
lah yang membuat segala yang di lakukan sodara mu terasa salah dan menjadikan
kamu sebagai orang yang paling benar sedunia. Itu masalah pokoknya.
Yang kedua adalah tidak
dihargainya privasi. Bagi sebagian orang tua ada yang menempatkan anak-anak
mereka dalam satu kamar yang sama. Disini akan timbul percekcokan tentang
wilayah kekuasaan. Kadang ga sengaja sodara kamu nginjek daerah kamu, kemudian
kamu akan mengaum dengan jumawa. Ketika sodara kamu nyolot sedikit, kamu malah
nyolot banyak dan akhirnya terjadi saling nyolot-nyolotan. Buat kamu yang ga sekamar sama sodara juga akan merasakan
problematika “Slonong girl” dimana sodara kamu dengan seenak udelnya masuk
kamar kamu tanpa ngetuk pintu. Bete ga sih kalo lo lagi ngelamunin gebetan eh
kemudian muncul sesosok makhluk kepo di depan pintu dengan wajah innocentnya
nongol tanpa babibu? Bete kan? Pengen nabok kan? Itu juga bisa jadi salah satu
persoalannya. Sering juga kejadiannya seperti ini, ketika kamu pengen make
suatu barang kemudain tiba-tiba barangnya malah menghilang ntah kemana. Waktu kamu
tereak-tereakin seisi rumah kemudian sodara kamu muncul dengan muka polos tanpa
dosa ngembaliin barang kamu. Pengen panggil professor Squirrel nya Harry Potter
buat nyihir dia jadi kecebong bersayap kan? Tuh!
Dan yang terakhir masalah yang
teramat sangat epic yaitu, perebutan kasih sayang orang tua. Kita sering
mengklaim orang tua kita ga adil sama kita untuk beberapa hal. Misalnya, kamu
sebagai anak yang lebih tua bakal diijinin buat keluar malem, nongkrong bareng
ama temen, atau jalan-jalan ke luar kota ama nyokap, itu semua bakal bikin si
bungsu bakal sirik setengah mampus. Gimana enggak? Dia Cuma bisa berdiam diri
di rumah nemenin nyokap. Sounds bored? Memang. Untungnya gue anak sulung.
HAHAHAHAHAHA tapi jadi si sulung juga ga enak. Kamu bakal dapet beban pekerjaan
rumah yang lebih berat ketimbang adek-adek. Ini nih yang bikin bete -_-
dan juga sebagian sulung merasa
perhatian orang tuanya lebih banyak tercurahkan kepada si bungsu ketimbang dia.
Perasaan menuntut keadilan dengan takaran jumlah yang sama itulah yang membuat
persaingan antar saudara.
Dari semua yang gue jelasin di
atas bisa kita liat bahwa sebenernya hal-hal kecil seperti kepribadian,
privasi, dan kasih sayang orang tua adalah hal yang selama ini diabaikan dalam
keluarga. Padahal, justru hal seperti inilah yang membuat persaingan antar
saudara terjadi. Ga enak kan kalo sebenernya kita saudaraan tapi malah saling
menjatuhkan? Kalo kita ulas lagi sebenernya dari semua persoalan itu bisa
ditarik kesimpulan bahwa penyebab terjadinya Siblings Rivalry itu hanyalah keegoisan.
Gimana engga? Semua persoalan tersebut tidak akan menjadi sebuah percekcokan
apabila masing-masing pihak tidak egois. Perbedaan kepribadian dan privasi bisa
kita atasi dengan saling menghargai satu sama lainnya. Sadar atau tidak, justru
perbedaanlah yang membuat kalian bisa saling melengkapi dalam sebuah keluarga. Sementara
untuk masalah ketidak adilan orang tua, sebenarnya itu hanyalah permasalahan
sudut pandang kita doang kok. Pada dasarnya orang tua ga salah ngasih kita
peraturan seperti itu. Karna adil bukanlah memberi sama banyak, tapi adil
adalah memberi secukupnya sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan.
The last but not least, percekcokan
itu suatu hari nanti akan kalian rindukan disaat masing-masing kalian telah
tumbuh dewasa dan hidup terpisah. Di saat kalian tidak lagi tinggal satu atap
dan berada dalam jarak tempuh yang cukup jauh, rasa benci, iri, dan dengki
kalian akan berubah seketika menjadi sebuah kerinduan yang mendalam. Percaya atau
tidak, suatu hari nanti di saat kalian tidak punya teman untuk bercerita atau
sahabat untuk berbagi duka, saudara sedarah lah yang akan menjadi satu-satunya
orang yang akan pasang badan buat kamu. Di saat tidak adalagi yang percaya
dengan kata-katamu, dia akan dating kepadamu dan membelamu sebisanya. Karena tidak
ada ikatan yang lebih kuat ketimbang ikatan tali persaudaraan. So, sekarang
kamu masih sering sebel sama sodara mu? Coba pikirkan gimana suatu hari tidak
ada dia di sekitarmu yang membuatmu kesal. You gonna miss them, guys!
This is the end of the post, gue
masih bengong sendiri kenapa gue lancar banget nulis di sini sementara essay
gue kemajuannya baru nyampe thesis statement -___- yasudahlah gue rasa
kemampuan bahasa inggris gue bakal bertambah nanti malam, di mana biasanya
inspirasi bakal mengetuk kepala gue di tiga perempat malam. Lets pray for my
essay feillas. Dan ohiya besok kelas sama pak Rusdinur lagi dong -__________-
Selamat Malam, kesayangan :)
0 Comment:
Post a Comment