4/29/13

Ngelindur Pagi

Ajeng Novia Anggraini

Oh yeah it’s about 1 AM and I still awake. Udah cukup nyampah di twitter kemudian gue melipir ke blog. Coba kita lihat apa yang bisa gue tulis di pagi buta. Curhatan mungkin? *emangnya pernah gitu blog gue isinya ga curhat?*

Well, kemaren pagi dia udah balik lagi ke Jakarta. Gue sempet dilanda penyesalan bertubi-tubi soalnya ga sempet ketemu. Lah kenapa ga sempet? Saat ego dan hati kecil gue berperang, gue lebih ngebela ego. Hasilnya? Penyesalan. Sempet terlintas di benak gue buat melipir tanpa dosa menuju bandara pagi ini. Tapi apalah daya, absensi Structure 1 gue udah kena limit. So, pilihannya adalah lo ga bakal pernah ketemu dia lagi, atau lo bakal ngulang di kelas Structure 1 lagi taun depan. Jelas, gue lebih memilih kuliah gue yang lebih menjamin masa depan gue. Menyesalkah gue membuat keputusan ini? Tentu tidak, ini menunjukkan gue udah kembali lagi kepada kewarasan gue.

Pada awalnya gue berpikir apa gunanya dia kembali lagi apabila pada akhirnya hanya akan berujung seperti ini. Kita baik-baik saja ketika jarak memisahkan raga. Kita baik-baik saja ketika jarak membuat segalanya terasa dua kali lipat lebih kuat dari biasanya, rasa rindu, cinta, dan cemburu. Kita baik-baik saja, hingga akhirnya kita berhasil menumpas jarak kemudian mendekatkan raga. Namun, pada akhirnya jarak nyata lah yang telah menjarakkan hati. Kita menjadi tidak baik-baik saja ketika tak ada jarak yang bisa ditempuh. Kita menjadi tidak baik-baik saja ketika kedekatan raga menjauhkan hati.

Apabila ini jarak nyata, semuanya bisa kutempuh dengan berjalan. Kemudian bisa kukejar dengan berlari, atau kugapai dengan berenang. Namun apabila ini mengenai jarak yang semu, lantas aku bisa apa? Haruskah kita sama-sama maju selangkah untuk bersatu namun kemudian mundur seribu langkah untuk kemudian berpisah? Maka dari ini kita sudah memutuskan untuk tidak lagi mencoba maju selangkah untuk mendekatkan diri. Namun akhirnya kita mencoba berbalik arah dan melangkah berlawanan. Jalan kita ternyata berbeda, langkah kita ternyata tak sama, namun tujuan kita pasti searah. Sama-sama ingin bahagia, sama-sama ingin menemukan cinta, di penghujung jalan yang berbeda.

********
Hahaha astaga gue ga nyangka bisa ngepost sepuitis ini. Aww, apa iya titik kulminasi depresi dan galau itu emang ada di jam-jam kayak begini? Apa bener inspirasi harus mengetuk benak sepagi ini? Kalo gini sih adek gak kuat bang. Ntar yang ada kantung mata gue jadi couple-an ama Pak SBY (--;)

So, yasudahlah ya cukup untuk pagi ini. Let’s sleep for better future. It’s to early to say “Good Morning” and it is too late to say “Good Night”. So, Good MorNight everybody. Have a nice day, and I love you so much :)

Ajeng Novia Anggraini / Author & Editor

Ajeng Novia Anggraini or sometimes called as JJ is an Indonesian blogger who blogs about her daily life and another conspiracy around her

0 Comment:

Post a Comment

Coprights @ 2016, Blogger Template Designed By Templateism

Distributed By Gooyaabi Templates